1.1 berjalannya waktu dan adanya perkembangan teknologi. Modernisasi

1.1  LATAR BELAKANG

            Menurut Hantington yang dikutip
Wisadirana (2004, p. 69) modernisasi adalah suatu tipe perubahan sosial yang
mempunyai benturan transformasi dan efek yang progresif. Modernisasi terjadi
pada semua negara dan berbagai lapisan masyarakat di dunia. Modernisasi
mempengaruhi berbagai aspek kehidupan di masyarakat. Modernisasi bukan hanya
berpengaruh terhadap lembaga yang ada di masyarakat, melainkan juga berpengaruh
pada sikap masyarakat. Orientasi dari modernisasi bukan sebagai tipe perubahan,
tetapi lebih sebagai respon terhadap perubahan.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Sektor pertanian berperan penting dalam penyerapan tenaga kerja di suatu
desa. Bertani merupakan suatu kegiatan yang dilakukan masyarakat pedesaan dalam
mengolah sumberdaya alam yang ada. Dalam mengolah pertanian dibutuhkan modal
(uang), modal input (bibit,pupuk,lahan), modal alat pertanian (cangkul,mesin luku,
dan mesin traktor), dan ilmu pengetahuan yang dimiliki petani. Selain itu,
dalam proses pengolahan lahan pertanian terdapat aturan-aturan yang dibuat agar
para petani teratur dalam melakukan aktivitasnya. Aturan-aturan ini bersifat
tidak terlulis, tetapi dilakukan terus-menerus oleh para petani dalam
berinterkasi.

Pertanian merupakan salah satu dari berbagai bidang yang dipengaruhi
oleh modernisasi. Terdapat perubahan-perubahan yang dialami petani pedesaan
seiring berjalannya waktu dan adanya perkembangan teknologi. Modernisasi
merupakan bentuk perluasan dan pertumbuhan penduduk  di atas sumber daya lahan pertanian yang
terbatas (Rifkian, Suharso, Sudikin, 2017, p. 40). Menurut Samsudin (1997) yang
dikutip oleh Wisadirana (2004, p. 72) modernisasi masyarakat desa bertujuan
untuk mencapai kesejahteraan sosial maupun ekonomi, dengan melalui perubahan
sosial dan pertumbuhan ekonomi yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan
sikap yang cenderung untuk mencoba dan melaksanakan metode baru.

Modernisasi dalam bidang pertanian membawa pertanian tradisional menuju
pertanian yang modern. Pada kenyataannya perubahan ini tidak hanya berupa
kemajuan tetapi juga kemunduran bagi pertanian. Modernisasi pertanian dimulai
dengan pengenalan teknologi pada masyarakat. Teknologi ini membantu meringankan
pekerjaan petani sehingga pengerjaan lahan menjadi lebih singkat dalam segi
waktu dan efisien. Disisi lain, teknologi inilah yang menghilangkan kebudayaan
yang telah terbentuk sejak dulu pada masyarakat pertanian pedesaan. Pola pikir
masyarakat pedesaan dan generasi muda juga mulai berubah dengan memandang bahwa
pertanian kurang menguntungkan dari segi ekonomi, sehingga mereka beralih
profesi menjadi pekerja non pertanian. 1.1  RUMUSAN MASALAH            Berdasarkan latar belakang yang telah
diuraikan di atas, maka dapat dibuat rumusan masalah untuk melakukan penelitian
lebih lanjut di lapang yaitu : 1.      Bagaimana proses modernisasi sehingga
memberikan dampak negatif pada pertanian di Indonesia? 2.      Bagaimana solusi mengahadapi arus modernisasi
agar pertanian Indonesia terus berkembang dengan meminimalisasi dampak
negatifnya? 1.2  LANDASAN TEORI1.2.1       
Pengertian
ModernisasiModernisasi adalah proses keseluruhan yang
mempengaruhi bidang ekonomi, politik, dan organisasi sosial seluruh subsistem
dari masyarakat. Terjadinya transformasi yang drastis dalam ukuran, pertumbuhan
dan komposisi serta distribusi ekologi dari populasi merupakan asperk penting
dari modernisasi sosial (Germani,1981 yang dikutip oleh Wisadirana, 2004, p.
70).Tradisional adalah mengacu kepada hakekat
kebiasaan yang dilakukan oleh leluhur dan diperthankan oleh warga masyarakat,
sedangkan modern menunjuk kepada sifat kemajuan atau progress ( yudistira,199 yang dikutip oleh Wisadirana, 2004, p. 68)Modernisasi merupakan suatu proses perubahan
dari tradisional menuju ke modern yang memengaruhi aspek sosial, ekonomi, dan
budaya.1.2.2       
Dampak Modernisasi
bagi Pertanian di Indonesia1.     
Dampak
positif : a.      
Adanya
teknologi yang mempermudah kerja petanib.     
Peningkatan
pendapatan petanic.      
Peningkatan
produktivitas lahan2.     
Dampak
Negatif:a.      
Bertambahnya
pengangguranb.     
Mengubah
pola pikir petani dan generasi muda untuk bekerja pada sektor non pertanianc.      
Lunturnya
kebudayaan petanid.     
Menimbulkan
sifat individualisme pada petani DAFTAR
RUJUKANRifkian,B.E,
Suharso,P, Sudikin. 2017. Modernisasi Pertanian: Studi Kasus Tentang Peluang
Kerja Dan Pendapatan Petani Dalam Sistem Pertanian Di Desa Dukuhdempok
Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember. https://jurnal.unej.ac.id/index.php/JPE/article/view/4995/3681diakses pada tanggal 21 Desember
2017.Wisadirana,D. 2004.
Sosiologi Pedesaan : Kajian Kutural dan Struktural Masyarakat Pedesaan. Malang,
Indonesia: UMM press