Angesti karena komunikasi akan berjalan lancar apabila makna

 

Angesti
Dwi Ariyani                         160211600111
Diella Rosa                                         160211601853
Marturia Aprilita F.N                       160211601878
Moch. Irvan B.F.                               160211601805

Universitas
Negeri Malang
Jl. Semarang No. 5 Malang
Desember 2017

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

Abstrak: Bahasa sebagai alat komunikasi untuk melakukan interaksi
terhadap manusia. Iklan sebagai media pengantar untuk menarik konsumen dalam
transaksi suatu produk. Fungsi iklan sendiri digunakan untuk menarik konsumen
terhadap produk yang di produksi. Artikel ini membahas tentang makna bahasa
iklan dalam koran. Dalam bahasa iklan tersebut terdapat beberapa susunan
kalimat yang tidak tepat sehingga menyebabkan penyimpangan makna atau
ambiguitas.

Kata kunci : iklan, makna, bahasa, media cetak

 

Kata
semantik diartikan sebagai ilmu tentang makna atau tentang arti, yaitu salah
satu dari tiga tataran analisis bahasa fonologi, gramatika, dan semantik.
(Chaer, 1994:2). semantik berkaitan dengan hubungan makna seperti hiponim dan
hipenim. makna hiponim dan hipenim dalam wacana sebagai salah satu bagian
keindahan wacana.

Menurut Kridalaksana (2005:3), Bahasa
adalah sistem tanda bunyi yang telah disepakati oleh para anggota kelompok
masyarakat tertentu dalam bekerja sama, berkomunikasi dan mengidentifikasi diri.
Bahasa sebagai objek tuturan (alat komunikasi) yang disampaikan dengan sesama
manusia sebagai alat pengungkapan pikiran, perasaan, dan tindakan. Bahasa dapat
dilisankan dan ditulis dengan menggunakan kata-kata yang baik.

Struktur kalimat yang digunakan oleh
individu-individu tersebut harus mengikuti ketentuan gramatikal yang memuat
makna secara teratur. Makna adalah isi yang terkandung dalam bentuk-bentuk
bahasa yang dapat menimbulkan reaksi tertentu (Keraf,1979:16). Dalam
berkomunikasi, makna memegang peranan penting karena komunikasi akan berjalan
lancar apabila makna atau maksud yang disampaikan, tersampaikan dengan baik.
Makna terdapat dalam satuan-satuan ujaran seperti kata, frase, klausa dan
kalimat. Makna dapat dipahami cukup dengan mengetahui unsur setiap pembentuk
satuan-satuan ujaran tersebut.

Makna gramatikal ialah makna yang timbul
akibat peristiwa tata bahasa, yaitu proses melekatnya bentuk kata (morfem) yang
satu dengan bentuk yang lain. Makna gramatikal ialah makna yang timbul akibat
peristiwa tata bahasa, yaitu proses melekatnya bentuk kata (morfem) yang satu
dengan bentuk yang lain.

Berdasarkan bentuk reduplikasi atau kata
ulang dalam artikel ini ditemukan empat jenis reduplikasi yaitu berupa: 1) kata ulang utuh, 2)
kata ulang sebagian, 3) kata ulang yang mengalami perubahan fonem dan 4) kata
ulang berafiks atau berimbuhan atau kata ulang yang mendapatkan imbuhan baik
awalan, akhiran, ataupun sisipan kata dan mengalami proses pengulangan.

Media cetak seperti koran merupakan
jalan bagi sebuah instansi atau sebuah produk untuk memasarkan atau
memberitahukan kepada masyarakat, karena pemasaran produk sangat berpengaruh
terhadap kualitas dan pendapatan yang diperoleh. biasanya, pemasaran produk
yersebut berupa iklan dengan gambar dan teks. teks dan gambar yang dirangkai
agar dapat menarik masyarakat agar membeli produk tersebut.

Dalam koran kompas yang terbit disetiap
minggunya terdapat beberapa iklan pada bagian tertentu.  bahasa iklan cenderung persuasif guna menarik
pembeli. iklan yang terdapat di sana pun berlomba-lomba menggunakan ilustrasi
serta slogan yang mengedepankan keunikan dan keindahan. sayangnya, disebabkan
oleh hal itu, seringkali bahasa dalam iklan tidak sesuai dengan kaidah
berbahasa indonesia yang baik dan benar. kesalahan-kesalahan dalam bahasa iklan
yang dipasang dikoran banyak bentuknya. mulai dari kesalahan penggunaan tanda
baca, penempatan konjungsi, preposisi, atau kata yang tidak tepat, dan
sebagainya. hal itu membuat makna yang dihasilkan berbeda  dari apa yang dimaksud oleh pemasang iklan.

            Makna yang terdapat dalam bahasa
iklan itu pun tidak bisa tersampaikan dengan baik. karena itu, di sini akan
dibahas analisis makna dalam bahasa iklan di koran mingguan.

PEMBAHASAN

1. Analisis Makna Bahasa Iklan Detergen ‘Attack’

1) Solusi mencuci anda. (iklan detergen – Attack)

Sepintas dapat dipahami maksud kalimat (1) adalah bahwa produk tersebut
merupakan solusi yang paling baik untuk masalah mencuci pakaian anda. Namun
jika kita

menguraikan kalimat
tersebut dalam struktur formal akan tampak kejanggalan logika.

            Dalam struktur sintaksis dikenal
adanya istilah fungsi, kategori, dan peran (Verhaar,1988: 70; Chaer, 1994:206).
Subjek dalam kalimat (1) adalah solusi, predikat – mencuci, objek – anda.
Predikat kalimat berkategori verba aktif transitif (mencuci), dengan demikian
subjek yang berkategori nomina berperan sebagai pelaku, dan objek yang
berkategori pronomina berperan sebagai sasaran. Sangat tidak logis jika nomina inanimate berperan sebagai pelaku.
Periksa juga jika kalimat tersebut ditransformasikan ke dalam bentuk pasif dan
bentuk pengikaran, akan terjadi kesesatan logika dalam kalimat tersebut.

1. a) Anda dicuci (oleh) solusi.

    b) Solusi tidak mencuci anda.

            Kaidah pemasifan dalam bahasa
Indonesia adalah mempertukarkan pengisi S(subjek) dengan O(objek), mengganti
prefiks me-(N) dengan di pada P(predikat), menambahkan kata oleh di muka
O(objek), terutama jika O terpisah oleh kata lain dari P. Akan berbeda pula
jika kita memilah kalimat tersebut ke dalam frasa. Apakah pemenggalan frasa
tersebut menjadi solusi mencuci/ anda atau solusi / mencuci anda/, atau malah
keseluruhan bentuk tersebut merupakan frasa /solusi mencuci anda/?

            Dalam bahasa Indonesia dan
bahasa-bahasa pada umumnya struktur frasa memiliki kaidah tertentu, yakni
adanya unsur induk dan pewatas. Mari kita uraikan frasa-frasa yang kita
dapatkan.

1. c) Solusi mencuci

Dalam bahasa Indonesia V (verba) dapat bersifat atributif untuk memberikan
keterangan tambahan pada nomina, seperti frasa anjing tidur dalam klausa anjing
tidur tak boleh diganggu (TBBBI, 1992:134), verba tidur bersifat atributif dan menerangkan nomina anjing. Dalam
TBBBI ditambahkan bahwa fungsi atributif verba seperti itu merupakan bentuk
kependekan dari bentuk lain yang memakai kata yang. Dengan demikian, bentuk
panjangnya adalah (anjing) yang tidur. Dalam halnya pemenggalan frasa 1 (c)
jika dibuat bentuk panjang dengan menggunakan kata yang, akan terbentuk
konstruksi *solusi yang mencuci. Konstruksi ini janggal.

Dapat dipahami bahwa konstruksi solusi mencuci (anda) ini merupakan
terjemahan dari bahasa Inggris: (your)
washing solution. Dalam bahasa Inggris, konstruksi tersebut tidak
bermasalah, karena bentuk V-ing dapat berfungsi sebagai adjective. Dalam kaidah penerjemahan dari bahasa asing (Inggris) ke
dalam bahasa Indonesia sering terjadi 
ketidakajegan dalam menerjemahkan suatu konstrusi yang sama untuk frasa
yang berbeda. Bandingkan konstruksi washing
solution dengan washing machine.
Verba washing diterjemahkan berbeda. Dalam frasa pertama diterjemahkan mencuci
(sebagaimana yang dilakukan oleh produk detergen itu) dan dalam frasa kedua
diterjemahkan cuci (sebagaimana yang kita kenal istilah mesin cuci bukan mesin
mencuci).

 

 

 

 

 

 

 

2. Analisis Makna Bahasa Iklan Rokok ‘Mild’

 

Secara keseluruhan
iklan rokok versi cetak diatas mengangkat tema kritik sosial yang terjadi
diatas kalangan masyarakat. “TAAT CUMA KALAU ADA YANG LIAT” bisa bermakna
hubungan manusia satu dengan manusia lainnya. Dalam iklan
tersebut kalimat itu diterjemahkan dalam sebuah gambar dan kalimat “TAAT” itu
di munculkan dengan gambar orang yang taat menyebrang jalan melewati zebracross. Disini, pembuat iklan
berusaha mengemas fenomena sosial itu dalam dalam sebuah iklan rokok. Salah satu alasannya ialah karena iklan rokok tidak boleh ditayangkan
secara vulgar dan terus terang.

Secara lebih luas
iklan gambar dan kalimat diatas merupakan kritik sosial terhadap segala lapisan masyarakat yang melanggar aturan. Apabila ada polisi,mereka biasanya taat
peraturan dengan menyeberang jalan di zebracross. Namun, jika tidak ada polisi, orang-orang
biasanya menyeberang jalan
sembarangan. Hal itu sesuai dengan tagline iklan di atas.

 

 

 

 

 

3.Analisis Makna Bahasa Iklan Shampo ‘Pantene’

 

 

            Penggunaan bahasa
dalam menyusun kalimat-kalimat iklan diatas berbeda dengan penggunaan bahasa
pada tulisan lainnya, misalnya pada kutipan bahasa iklan shampo ini, “Hanya
dalam 3 minggu rambut hitam alami”.

            Bahasa
dalam iklan shampo Pantene ini bermakna ganda atau bersifat ambiguitas. Hubungan antarkata
dalam kalimat tersebut kurang memperlihatkan kejelasan makna, dengan alasan:

a)   Mungkin
rambut hitam alami hanya dalam tiga minggu saja dan setelah itu rambut kembali ke warna aslinya.

b) Hanya dalam waktu
tiga minggurambut sudah berwarna hitam alami.

c) Hanya dengan menggunakan
shampo dalam tiga minggu, rambut akan hitam
alami dalam jangka waktu yang panjang.

4. Analisis Makna Bahasa Iklan Teh
kotak

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

*  “Persembahan
Dari Alam”

            Penggunaan bahasa dalam menyusun
kalimat-kalimat iklan diatas berbeda dengan penggunaan bahasa pada tulisan
lainnya, misalnya pada kutipan bahasa iklan teh kotak ini, “Persembahan Dari
Alam”.

            Bahasa
dalam iklan tehKotak ini bermakna ganda atau bersifat ambiguitas. Hubungan antarkata
dalam kalimat tersebut kurang memperlihatkan kejelasan makna, dengan alasan:

1. Dalam bahasa tersebut seakan-akan alam merupakan
seseorang yang memberikan teh kotak.

2. Alam memberikan sesuatu berupa daun teh yang dapat
dijadikan teh kotak.

 

 

 

 

 

 

 

 

5. 
Analisis Makna Bahasa Dalam Iklan Fren

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

            Penggunaan bahasa dalam menyusun
kalimat-kalimat iklan diatas berbeda dengan penggunaan bahasa pada tulisan
lainnya, misalnya pada kutipan bahasa iklan perdana fren ini, “Nelpon Pake Fren
Bayarnya Pakai Daun”.

            Bahasa
dalam iklan perdana fren ini bermakna ganda atau bersifat ambiguitas. Hubungan antarkata
dalam kalimat tersebut kurang memperlihatkan kejelasan makna, dengan alasan:

1. Masyarakat beranggapan bahwa jika menelepon dengan fren
akan membayarnya dengan daun

2.  Biaya saat melepon
setara dengan harga daun dan akan dibayar menggunakan daun.

 

 

 

 

 

 

 

 

PENUTUP

Kesimpulan

                  Dari pembahasan
yang telah disertakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa kebanyakan gaya
bahasa yang digunakan dalam penggunaan bahasa iklan, masih banyak makna yang
ambigudalam pandangan secara semantik juga masih banyak yang tak berterima. Salah satu contohnya pada bagian
pertama, makna dari penggunaan kalimat yang digunakan dalam iklan detergen
“attack” bermaksudkan produk tersebut merupakan solusi yang
paling baik untuk masalah mencuci pakaian anda, akan tetapi jika
dipandang dari segi semantiknya subjek yang
berkategori nomina berperan sebagai pelaku, dan objek yang berkategori
pronomina berperan sebagai sasaran. Sangat tidak logis jika nomina inanimate berperan sebagai pelaku.
Bagian kedua, makna yang ingin disampaikan pada bagian kedua yaitu pada iklan
rokok adalah secara lebih luas iklan gambar dan kalimat merupakan kritik sosial
terhadap segala lapisan masyarakat yang melanggar aturan. Selanjutnya pada
bagian ketiga, keempat, dan kelima tampak sekali bahwa kalimat yang digunakan
memiki makna yang ambigu atau makna ganda. Hal tersebut
menunjukkan bahwa seorang pembaca jika tidak benar-benar memperhatikan benar,
maka kemungkinan akan salah dalam mengartikan maksud dari kata-kata yang
terdapat pada iklan tersebut.

 

DAFTAR RUJUKAN

Chaer, Abdul. 1994. Pengantar
Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

Kridalaksana, Harimurti. 2005. Kamus
Linguistik. Jakarta: Gramedia.

Keraf, Gorys. 1979. Tata Bahasa
Indonesia. Jakarta: Nusa Indah.

Verhar, J.W.M. 1988. Pengantar
Linguistik. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.